Statistik Pengunjung

151168
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
28
19
110
150861
353
883
151168

Your IP: 23.22.136.56
Server Time: 2017-12-14 20:34:37
AWAS HOAX..............!!!!!
SISWA BERBAKAT 2016
Tim Sepak Bola MTs Al-Mukarromah
Penyerahan Bantuan Pendidikan dari GNOTA Kab. Cilacap
Pentas Seni dalam acara Perpisahan
Drum Band MTs Al-Mukarromah pada acara Pesta Siaga Kwarran XI.01.20
Gerbang MTs Al-Mukarromah
Gedung MTs Al-Mukarromah
Silaturrahim Wali Murid
Lab. Komputer
Camat Sampang Menyerahkan Piala Juara I

Beranda

Cerpen

DI UJUNG WAKTU

oleh : Ali Azhar

     Pagi ini sekolah terasa sendu perasaan hampa menyelimuti diriku,

pandanganku kosong. Suasana yang pucat dibarengi dengan rintikan gerimis yang mengirama, membuatku semakin lunglai tak berdaya. Tak ada seorang pun yang merespon keadaanku sekarang. Mungkin seperti inilah perasaan seseorang yang baru saja putus cinta .  Sakit .... Sangat sakit!

     “ Teth ... teth .... teht ...,bunyi bel yang menandakan jam pelajaran pertama akan segera di mulai. Fisika ... adalah pelajaran yang paling  tidak aku sukai.  Semua siswa diam serentak dengan  kehadirn pak Raffi .Dengan wajahberseri – seri  Pak Raffi mengucapkan salam

     “Assalamu’allaikum “                                             

      “ Wa’alaikumsalam, “ jawab  siswa hampir serentak.

Disebelah kanan Pak Raffi, berdiri seorang anak laki – laki  seusiaku, bertubuh ramping, mengenakan sepatu putih mengkilap, celana hitam panjang, hem hijau kotak – kotak, dengan gaya rambut yang lumayan keren.

      “ Sekarang perkenalkan nama kamu ke teman – teman kamu ! ” perintah Pak Raffi.

      “ Baik Pak !” jawabnya.

      “Teman – teman, namaku William Ruby Zizt, panggil saja Ruby...! ” ucapnya.

     “ Ya terima kasih ... Bapak harap kalian bisa berteman baik dengan Ruby ”kata Pak Raffi ramah sambil menatap semua siswa.

     Usai perkenalan, Ruby langsung menempatkan posisi duduknya di pojok kanan belakang. Sejenak kulirik dia, dia pun melirikku juga. Dia tersenyum manis aku pun membalasnya.

      “ Ada yang berubah pada diriku, semenjak aku sering bersama Ruby , senyum di wajahku mulai terukir kembali. Sedikit demi sedikit luka di hatiku  bisa terobati .” Renungku.                               Kubuka jendela kamarku, sambil  kupandang bintang – bintang yang kelap kelip menghiasi langit.“ Ohh .... Ruby, udah cakep .... tajirr .... jaim lagi .... ! sanjungku kepada salah satu bintang yang paling indah. Sambil mengingat senyum dan lirikannya. Bintang itu jatuh seketika tanpa arah ....

     “ Ya Tuhan, sampaikanlah cintakuku kepada Ruby ... muach ... ” permintaanku  kepada bintang jatuh itu, ku tutup kembali jendela itu.  Aku sudah tak sabar menunggu hari esok, aku pun pergi untuk memejamkan mataku hingga tidur nyenyak Good Night !.

      Kukenakan baju batik, rok hitam, dan sepatu pink. Langkah – demi langkah dengan  sekuat tenaga  aku jalani. Hanya satu “ inginjumpa dengan   cintaku  Ruby ... Ruby ... I Love You .

      Sesampai diruang kelas kulihat Ruby sedang  mengerjakan tugas. Kutatap wajahnya dengan  rasa cinta.

     “ Ruby .... ” sapaku lembut.

     “ Yah ... ada apa verr ?”jawabnya penuh senyum

     “ Sini donk ajarin gue, gue gak bisa.” pintaku, melambaikan tangan kepadanya.

     “ Ya..... udah sini gue ajarain ...”jawabnya mendekatiku.Aku dan Ruby  saling tanya jawab tentang pelajaran . Padahal aku hanya ingin mencari perhatianya saja. Tiba – tiba seorang cewek datang yang tak lain adalah si centil sita, anak dari Kepala Sekolah

     “ Verra ... lo itu  ganjen banget yah jadi orang, ngapain lo deketin cowok gue ... ” bentaknya judes. Aku pun hanya bisa tertawa sumbang, karena aku tak percaya, hal yang sangat mustahil jika itu terjadi...

     Aku benar benar jatuh hati kepada Ruby, aku  merasakan kembali debar – debar cinta. Jika ada wanita dekat dengan Ruby emosiku mengumpul menjadi satu “Cemburu!”         

     Di aula sangat ramai, dengan rasa penasaran aku  beranjak ke tempat itu. Kulihat Ruby sedang membagikan undangan.

     “ Verr... dateng yachh nanti malam, jangan lupa nanti malam .... OK !” katanya tersenyum sambil memberikan undangan kepadaku.

     “ OK ! gue pasti dateng ke rumah cowok gue  ...” jawabku dengan  senyum pula.

     Kulihat arlojiku menunjukan puku 20.00 WIB, aku pun segera bersiap – siap. Kukenakan  gaun putih yang masih baru, sepatu hak tinggi dengan perpaduan warna biru .“ Srutt ... srutt ... srutt ... ” kusemprotkan Body Mist di gaun .” Dengan penampilanku yang seperti ini , pasti Ruby akan tertarik “ pikirku PD

     “ Tot – tot” suara klaskson mobil Erika  terdengar, berarti  dia menjemputku. Aku  ke luar rumah dengan membawa sebuah kado warna biru,  menaiki mobil Erika.

     “ Waw ....!gumamku. Ternyata ulang tahun Ruby dirayakan dalam pesta party besar besaran . Aku melihat Ruby, sepertinya dia menanti kehadiranku sudah cukup lama.

     “ Happy Brithday ... ya Rub, semoga panjang umur sehat selalu,muach ... ”

 Secara kebetulan, sita datang dan menyaksikan kejadian tersebut.“ Plaaak ... ! ” dia menampar pipiku dengan sekeras – kerasnya seraya berkata, “ dasar perempuan murahan, apa maksud  lo nglakuin semua ini verr ...! ”

     “ Apa sikh... ! Siapa lo ... gue kan cuma ngucapin selamat buat Ruby...! ”bantahku keras.

     “ Buktinya ini... “ Jawab Sita sambil memegang pipi Ruby yang ada gambar bibirku.

     “ Sudah cukup!, gue gak mau pesta ultah gue hancur gara – gara kalian..” lerai Roby.

     Aku dan Sita pun diam. Pesta party ultah itu di mulai dengan meriah, hingga...

     “ Happy Brithday to you …. Happy Brithday to you …. Happy Brithday,Happy Brithday, Happy Brithday to you...semua bernyanyi.

     Kemeriahan suasana itu membuatku terkesan . Acara beranjak ke pemotongan kue.

     “ Potong kuenya … potong kuenya… potong kuenya sekarang juga,sekarang juga, sekarang juga ” ucap semu yang hadir.

     “ Kress …. ” Ruby memotong kue ultahnya dengan riak wajah yang berbinar-binar.

     “ Seharusnya potongan kue pertama ini, kuberikan kepada  orang tuaku , tetapi dia sedang tidak ada .Jadi … kue ini kupersembahkan kepada wanita yang  aku cintai, yaitu … ” Katanya sambil berjalan mendekatiku yang bersebelahan dengan Sita.Aku yakin, pasti kue itu akan diberikan kepadaku. Tanpa basa basi aku  mengulurkan tangan kananku. Ternyata...

     “ Sita kue ini kupersembahkan sebagai tanda cintaku kepadamu ” kataRuby kepada Sita.

     Langit rasanya mau runtuh , ingin rasanya aku menangis tapi aku tahan.

     “ Jadi selama ini kamu tidah mempunyai perasaan apa – apa kepadaku” tanyaku kesal.

     “ Tidak, gue dan lo hanyalah sebatas teman ,dari dulu gue dan Sita saling mencintai, satu tahun kami menjalin cinta .”jelasnya  singkat, tanpa mempedulikan perasaanku.

     “ Cukup!  gue gak nyangka Rub, jadi selama ini cintaku hanya bertepuk sebelah tangan  … ! pekiku lantang. Tanpa menghiraukan apapun aku berlari kencang, hingga ditengah  jalan raya, aku  melihat Ruby mengejarku, dia berusaha mencegatku. Tiba – tiba…

            “ Thot …. Thooot” truk dari arah belakang yang melaju secepat kilat dan dari arah depan mobil pribadi yang berusaha mengerem, tetapi … kedua kendaraan itu menabraku secara bersamaan “ Braaak...! “

            “ Aaaaaa …!” jeritku

            “ Veer…Veer…Veer…maafkan aku…!” teriak Roby mengguncang tubuhku yang sudah tidak bernyawa.

.TAMAT